Setelah 2 tahun lebih menjalin hubungan dengan seorang wanita bernama "Nurul Septariani", akhirnya hubungan kamipun berakhir. Sedih, dan bahkan aku sempat menagis karena hal ini. Tapi mungkin emang inilah yang terbaik bagi kami berdua...
Dua tahun lebih menjalin hubungan dengannya, tentu tak sedikit kenangan yang pernah kami alami. Kadang aku sedih mengingat kenangan yang penah kita berdua alami,, tapi semuanya tinggal kenangan.
Awal kehancuran hubungan kami terjadi kira-kira setahun yang lalu, ketika dia pergi liburan dan magang di kota Bandung selama lebih kurang 1 bulan. Mungkin dia memilih pergi kesana dulu dia jugabesar disana, secara dia tamatan SMA 25 bandung. Entah kenapa, semenjak dia pulang dari bandung diapun berubah. Entahlah, apakah memang saya yang terlalu sensitif atau memang benar-benar ada sesuatu yang ganjil.
Semenjak dia pulang dari Bandung, hubungan kami mulai renggang. banyak pertengkaran yang terjadi diantara kami sekembalinya dia dari Bandung. Aku sih curiga kalau dia ada apa2 dengan mantannya disana. Tapi entahlah, hanya dia yang tau semua apa yang terjadi disana. Yang aku heran, hingga saat ini ketika kita sudah tak lagi bersama, aku masih merasakan ada sesuatu yang disembunyikannya dariku. Entah kenapa hatiku masih merasakan keganjalan dari dirinya, karena sampai saat ini diapun ngga pernah mengutarakan semua yang ia rasakan kepadaku. Seperti ada yang kurang dari pernyataannya kepadaku.
Aku bisa terima kalau memang dia dan mantannya kembali saling menyukai dan menyayangi. Tapi kenapa dia ngga jujur,,?? kalau memang cinta dan kasih sayang mereka kembali bersemi, jujurlah, aku bisa menerima. Jika keadaannya seperti ini, aku menjadi bertanya-tanya, ada apakah sebenarnya,,??
Entahlah, semoga saja alasannya meninggalkan diriku untuk memilih sendiri memang alasannya yang sebenarnya. Kalaupun tidak, suatu saat nanti kebenaran akan terungkap. Ketika nanti aku mengetahui kalau dia kembali lagi memiliki status berpacaran dengan mantannya, maka semua yang aku aku pertanyakan selama ini akan terjawab. Dan aku yakin, kalau semua itu akan terungkap.
Sudah jatuh bangun aku mempertahankan hubungan ini dengannya. Dan semakin aku berusaha, semakin aku rasakan perubahan darinya. Dia seakan bukanlah dia yang dulu. Dia telah berubah. Pernah dia jujur kepadaku kenapa masih memilih untuk sendiri. Dia bilang kalo selama ini hubungan kami ngga direstui oleh orang tuanya. Tapi, kenapa ketika awal kita pacaran dulu dia mau menjalin hubungan denganku,,?? malahan dia yang bersikeras untuk tetap bersamaku walaupun hubungan kami ngga disetujui orang tuanya. Kadang aku berfikir, kalau itu cuma alasannya saja. Kenapa sekarang ngga mau lagi bersamaku karena orangtuanya ngga merestui?? Kenapa dulu ketika awal kitapacara dia tetap bersikeras pacaran denganku walaupun orangtuanya ngga merestui,,?? Dia benar-benar sudah beda...
Kemudian, dia juga memberi alasan, dia ngga mau lagi menyakiti perasaanku, karena dia sering membuatku kecewa. Karena dia ngga lagi mau menyakiti perasaanku, makanya dia ngga mau lagi menjalin hubungan denganku. Kenapa begitu,,?? kenapa dia ngga bisa mempertahankannya,,?? Dua tahun lebih berpacaran, dan dua tahun lebih aku berusaha untuk mempertahankan hubungan kami, dan alasannya cuma karena ngga mau menyakiti aku lagi,,?? kenapa,,?? kenapa baru sekarang dia bilang begitu,,?? Seakan percuma semua yang kulakukan semua ini,,, seakan percuma yang telah kulakukan selama 2 tahun lebih,,!!
Entahlah, mungkin memang ada sesuatu yang ditutupinya dariku. Sekarang aku cuma bisa bilang, terimakasih untuk semua kebaikan yang telah dia berikan kepadaku. Aku cuma bisa bilang, semoga kamu bisa lebih bahagia dengan orang lain daripada denganku.
Dan satu hal yang saat ini aku pegang, jika benar dia meninggalkanku karena mantannya, dan suatu saat nanti dia menyesal telah melakukan itu, dan menyadari kalau aku memang orang yang baik buatnya, maka saat itu aku ngga bakal lagi bisa menerima dirinya. Sudah cukup perjuanganku mempertahankan hubunganku dengannya hingga saat ini, sudah jatuh bangun aku mengusahakannya, dan sekan aku telah mengemis cinta kepadanya. Tapi tetap saja dia ngga mau lagi kembali untuk bersama denganku.
Maaf jika suatu saat nanti dia menyesali perbuatannya saat ini, aku ngga bakal lagi menerimanya. Karena bagiku, sudah cukup terluka hatiku saat ini karena dirinya, dan saat itu tiba, maka diapun harus merasakan apa yang aku rasakan saat ini. Bukannya aku kejam karena cinta, tapi emang itulah yang harus di rasakannya. Biar kami sama-sama terluka karena cinta... Sampai dia menangis darah sekalipun didepanku untuk meminta kembali bersama, maka dengan sangat terpaksa aku tak akan menerimanya, walaupun aku akan menangis karena itu...
Dua tahun lebih menjalin hubungan dengannya, tentu tak sedikit kenangan yang pernah kami alami. Kadang aku sedih mengingat kenangan yang penah kita berdua alami,, tapi semuanya tinggal kenangan.
Awal kehancuran hubungan kami terjadi kira-kira setahun yang lalu, ketika dia pergi liburan dan magang di kota Bandung selama lebih kurang 1 bulan. Mungkin dia memilih pergi kesana dulu dia jugabesar disana, secara dia tamatan SMA 25 bandung. Entah kenapa, semenjak dia pulang dari bandung diapun berubah. Entahlah, apakah memang saya yang terlalu sensitif atau memang benar-benar ada sesuatu yang ganjil.
Semenjak dia pulang dari Bandung, hubungan kami mulai renggang. banyak pertengkaran yang terjadi diantara kami sekembalinya dia dari Bandung. Aku sih curiga kalau dia ada apa2 dengan mantannya disana. Tapi entahlah, hanya dia yang tau semua apa yang terjadi disana. Yang aku heran, hingga saat ini ketika kita sudah tak lagi bersama, aku masih merasakan ada sesuatu yang disembunyikannya dariku. Entah kenapa hatiku masih merasakan keganjalan dari dirinya, karena sampai saat ini diapun ngga pernah mengutarakan semua yang ia rasakan kepadaku. Seperti ada yang kurang dari pernyataannya kepadaku.
Aku bisa terima kalau memang dia dan mantannya kembali saling menyukai dan menyayangi. Tapi kenapa dia ngga jujur,,?? kalau memang cinta dan kasih sayang mereka kembali bersemi, jujurlah, aku bisa menerima. Jika keadaannya seperti ini, aku menjadi bertanya-tanya, ada apakah sebenarnya,,??
Entahlah, semoga saja alasannya meninggalkan diriku untuk memilih sendiri memang alasannya yang sebenarnya. Kalaupun tidak, suatu saat nanti kebenaran akan terungkap. Ketika nanti aku mengetahui kalau dia kembali lagi memiliki status berpacaran dengan mantannya, maka semua yang aku aku pertanyakan selama ini akan terjawab. Dan aku yakin, kalau semua itu akan terungkap.
Sudah jatuh bangun aku mempertahankan hubungan ini dengannya. Dan semakin aku berusaha, semakin aku rasakan perubahan darinya. Dia seakan bukanlah dia yang dulu. Dia telah berubah. Pernah dia jujur kepadaku kenapa masih memilih untuk sendiri. Dia bilang kalo selama ini hubungan kami ngga direstui oleh orang tuanya. Tapi, kenapa ketika awal kita pacaran dulu dia mau menjalin hubungan denganku,,?? malahan dia yang bersikeras untuk tetap bersamaku walaupun hubungan kami ngga disetujui orang tuanya. Kadang aku berfikir, kalau itu cuma alasannya saja. Kenapa sekarang ngga mau lagi bersamaku karena orangtuanya ngga merestui?? Kenapa dulu ketika awal kitapacara dia tetap bersikeras pacaran denganku walaupun orangtuanya ngga merestui,,?? Dia benar-benar sudah beda...
Kemudian, dia juga memberi alasan, dia ngga mau lagi menyakiti perasaanku, karena dia sering membuatku kecewa. Karena dia ngga lagi mau menyakiti perasaanku, makanya dia ngga mau lagi menjalin hubungan denganku. Kenapa begitu,,?? kenapa dia ngga bisa mempertahankannya,,?? Dua tahun lebih berpacaran, dan dua tahun lebih aku berusaha untuk mempertahankan hubungan kami, dan alasannya cuma karena ngga mau menyakiti aku lagi,,?? kenapa,,?? kenapa baru sekarang dia bilang begitu,,?? Seakan percuma semua yang kulakukan semua ini,,, seakan percuma yang telah kulakukan selama 2 tahun lebih,,!!
Entahlah, mungkin memang ada sesuatu yang ditutupinya dariku. Sekarang aku cuma bisa bilang, terimakasih untuk semua kebaikan yang telah dia berikan kepadaku. Aku cuma bisa bilang, semoga kamu bisa lebih bahagia dengan orang lain daripada denganku.
Dan satu hal yang saat ini aku pegang, jika benar dia meninggalkanku karena mantannya, dan suatu saat nanti dia menyesal telah melakukan itu, dan menyadari kalau aku memang orang yang baik buatnya, maka saat itu aku ngga bakal lagi bisa menerima dirinya. Sudah cukup perjuanganku mempertahankan hubunganku dengannya hingga saat ini, sudah jatuh bangun aku mengusahakannya, dan sekan aku telah mengemis cinta kepadanya. Tapi tetap saja dia ngga mau lagi kembali untuk bersama denganku.
Maaf jika suatu saat nanti dia menyesali perbuatannya saat ini, aku ngga bakal lagi menerimanya. Karena bagiku, sudah cukup terluka hatiku saat ini karena dirinya, dan saat itu tiba, maka diapun harus merasakan apa yang aku rasakan saat ini. Bukannya aku kejam karena cinta, tapi emang itulah yang harus di rasakannya. Biar kami sama-sama terluka karena cinta... Sampai dia menangis darah sekalipun didepanku untuk meminta kembali bersama, maka dengan sangat terpaksa aku tak akan menerimanya, walaupun aku akan menangis karena itu...


